Senin, 13 Juni 2016

Eye in the Sky (2015) BluRay Subtitle Indonesia

  Tidak ada komentar

Eye in the Sky (2015) BluRay Subtitle Indonesia

Eye in the Sky (2015)

102 min | Drama, Thriller, War  | 01 Apr 2016 (UK) | Imdb


7.7Rating : 7.7 /10 from 9,133 users
Metascore : 73

Col. Katherine Powell, a military officer in command of an operation to capture terrorists in Kenya, sees her mission escalate when a girl enters the kill zone triggering an international dispute over the implications of modern warfare.


 Director : Gavin Hood
Writer : Guy Hibbert (screenplay)
Stars : Faisa Hassan, Aisha Takow, Armaan Haggio, Helen Mirren
Quality : BluRay
Subtitle : Indonesia

Eye in the Sky (2015) BluRay Subtitle Indonesia - Apakah tak lama lagi peran manusia dapat sejak mulai digantikan oleh robot-robot pula technologi modis? Ya, perdebatan terkait masalah tersebut memang lah amat sangat menarik, perkembangan technologi yg demikian pesat barangkali dapat memudahkan hal itu utk tercapai yg dengan cara logika benar-benar bakal makin “membantu” manusia, tapi apakah robot & drone itu dapat menukar peran manusia seutuhnya, jadi makhluk yg miliki hati bukan sekedar berpikir & bertindak pas acara yg ditanamkan kepadanya? hal itu difungsikan sbg basic mutlak oleh Eye in the Sky, suatu drama thriller yg tak cuma tajam disaat menyajikan thrill tapi pula diwaktu menggambarkan dilema moral mengenai jadi manusia. 

Di satu buah pangkalan militer rahasia Kolonel Katherine Powell (Helen Mirren) sedang memantau misi penangkapan perempuan asal Inggris yg pilih bergabung bersama group teroris yg berbasis di Nairobi, Kenya, group teroris yg diduga terkait bersama satu buah tindakan bunuh diri. Misi tersebut serta dipantau oleh Letnan Jenderal Frank Benson (Alan Rickman) di London lantaran perempuan tadi pun “diinginkan” oleh Amerika. Suatu serangan pesawat tidak berawak yg dikendalikan oleh Steve Watts (Aaron Paul) & Carrie Gershon (Phoebe Fox) sudah dikoordinasikan & siap lakukan penyerangan tapi dikala eksekusi hendak dilakukan satu orang perawan jejaka berumur sembilan thn masuk kedalam zona eksekusi! 
Eye in the Sky (2015) BluRay Subtitle Indonesia

Sebenarnya apa yg dilakukan oleh Eye in the Sky ini bukan sesuatu yg baru, tak butuh mundur terlampaui jauh thn dulu Good Kill serta cobalah menampilkan isu yg mirip di mana Ethan Hawke berperan yang merupakan pilot drone. Dulu apa yg menyebabkan Eye in the Sky terasa tambah baik ketimbang Good Kill? Bukan cuma ajang main-main lebih luas saja yg jadi penyebabnya sebab di balik itu masalah penting yg film ini bawa sebenarnya pun tak rumit, cuma ada anak mungil di zona berbahaya, tembak atau tak. Nah, perihal terakhir tadi itu alasannya, isu kemanusian Eye in the Sky lebih luas & sukses diolah dengan cara lebih padat oleh Gavin Hood (X-Men Origins : Wolverine, Ender's Game) dibantu dgn screenplay dari Guy Hibbert yg pun sanggup menggabungkan unsur thriller & drama dgn baik. Oke, perbandingan dgn Good Kill berakhir di sini. 

Salah satu faktor paling mengesankan dari film ini ialah sejak sinopsis Gavin Hood & timnya seperti sudah punyai satu maksud penting yg bulat maka trik penyajian yg ditampilkan terasa kuat & padat. Seperti ada visi yg sama baik itu dari narasi, perihal teknis, kinerja cast, sampai trik Gavin Hood mengumpulkan semuanya, mereka mau menjadikan Eye in the Sky yang merupakan suatu thriller dgn thrill yg memikat tapi di segi lain serta menggabungkannya bersama drama yg dapat menyentuh hati penontonnya. Eye in the Sky bukan sekedar perang antara drone bersama teroris saja tetapi ikut menciptakan anda mengamati & memikirkan isu moral berkenaan jadi manusia yg beliau sajikan. Dari pertalian internasional yg melibatkan politik, dari prajurit sampai petinggi militer & pemerintah, ini yakni menyangkut tanggung jawab moral manusia di dalam satu buah misi militer. 

Tetapi bukan berarti ketetapan Eye in the Sky utk menempatkan isu moral di pusat narasi justru mengecilkan niat film ini buat memborbardir penonton bersama ketegangan. Justru itu yg menarik, drama bersanding bersama baik dgn thriller & komposisi yg mereka ciptakan seimbang. Penonton perlahan dapat merasa seolah berada disamping karakter & ketegangan yg mereka rasakan sejak awal konsisten stabil, gerak langsung dengan skor yg enak. Eye in the Sky pula miliki proses prosedurial namun mereka tak berlebihan malah justru menolong mempertebal pertanyaan menyangkut moral sampai hukum tadi melalui diskusi terkait nilai kepada keselamatan nyawa si perawan mungil. Terdapat tidak sedikit pendapat dari karakter maka problema di konflik tak sekedar hitam atau putih, baik atau tidak baik, benar atau salah, skenario menempatkan konflik dengan cara objektif maka perputaran pertanyaan moral yg liar jadi menyenangkan. 

Kesuksesan Eye in the Sky jadi satu buah thriller yg ikut melibatkan sudut psikologi penonton pun berkat kinerja cast dalam mencetak isu sembari konsisten membuat suasana berbahaya yg menarik. Bintang utamanya yaitu Helen Mirren, dia sukses jadi pusat yg seterusnya memutar-mutar factor thriller & drama dengan cara bersamaan, memberikan akting yg kuat maka Kolonel Katherine Powell yg tangguh itu sukses jadi “wakil” penonton dalam proses mencari solusi. Aaron Paul sukses memberikan emosi yg tetap, sedangkan Barkhad Abdi kembali menemukan karakter yg teramat pas baginya. Yg menyedihkan yakni Alan Rickman, Severus Snape yg wafat dunia pertengahan januari yg dulu itu menampilkan mutu akting yg bakal mengingatkan bahwa kita sudah kehilangan salah satu aktor akbar di industri film. 

Eye in the Sky yakni suatu “pengalaman” dimana penonton bakal dicengkeram & dilepas dalam diwaktu yg bersamaan. Gavin Hood memberikan thrill bersama nuansa mencekam yg tetap, tetapi disaat masuk ke sektor di mana dirinya cobalah menyentuh masalah sederhana tetapi rumit yg dihadapi prajurit terkait tanggung jawab juga sebagai manusia dirinya menciptakan anda bebas atau lepas utk menjelajahi pertanyaan mutlak berkaitan moral & tradisi, dirinya berani dikarenakan narasi & karakter sukses membuat “hati” maka drama yg berhasil memaku atensi penonton berhasil bersanding & membuat keseimbangan dgn perihal thriller yg sukses tampil tetap menggigit. Segmented. 
Sumber 

Apakah tak lama lagi peran manusia dapat sejak mulai digantikan oleh robot-robot pun tehnologi modern? Ya, perdebatan terkait masalah tersebut benar-benar teramat menarik, perkembangan technologi yg demikian pesat mungkin saja dapat memudahkan elemen tersebut buat tercapai yg dengan cara logika memang lah dapat makin “membantu” manusia, tapi apakah robot & drone itu dapat menukar peran manusia seutuhnya, jadi makhluk yg miliki hati bukan sekedar berpikir & bertindak pas acara yg ditanamkan kepadanya? Faktor tersebut dimanfaatkan juga sebagai basic penting oleh Eye in the Sky, suatu drama thriller yg tidak cuma tajam waktu menyajikan thrill tapi serta kala menggambarkan dilema moral berkenaan jadi manusia. 

Eye in the Sky (2015) BluRay Subtitle Indonesia
Di satu buah pangkalan militer rahasia Kolonel Katherine Powell (Helen Mirren) sedang memantau misi penangkapan perempuan asal Inggris yg pilih bergabung dgn group teroris yg berbasis di Nairobi, Kenya, grup teroris yg diduga terkait bersama satu buah tindakan bunuh diri. Misi tersebut serta dipantau oleh Letnan Jenderal Frank Benson (Alan Rickman) di London sebab perempuan tadi serta “diinginkan” oleh Amerika. Satu Buah serangan pesawat tidak berawak yg dikendalikan oleh Steve Watts (Aaron Paul) & Carrie Gershon (Phoebe Fox) sudah dikoordinasikan & siap jalankan penyerangan tetapi diwaktu eksekusi hendak dilakukan seseorang perawan bujang berumur sembilan thn masuk kedalam zona eksekusi! 

Sebenarnya apa yg dilakukan oleh Eye in the Sky ini bukan sesuatu yg baru, tak butuh mundur terlampaui jauh thn dulu Good Kill serta cobalah menampilkan isu yg mirip dimana Ethan Hawke berperan sbg pilot drone. Dulu apa yg menyebabkan Eye in the Sky terasa lebih baik ketimbang Good Kill? Bukan cuma ajang bermain lebih luas saja yg jadi penyebabnya dikarenakan di balik itu masalah penting yg film ini bawa sebenarnya pun tak rumit, cuma ada anak mungil di zona berbahaya, tembak atau tak. Nah, aspek terakhir tadi itu alasannya, isu kemanusian Eye in the Sky lebih luas & sukses diolah dengan cara lebih padat oleh Gavin Hood (X-Men Origins : Wolverine, Ender's Game) dibantu dgn screenplay dari Guy Hibbert yg pun sanggup menggabungkan unsur thriller & drama bersama baik. Oke, perbandingan bersama Good Kill berakhir di sini. 

Download :

Eye in the Sky (2015) BluRay Subtitle IndonesiaSalah satu faktor paling mengesankan dari film ini merupakan sejak sinopsis Gavin Hood & timnya seperti sudah punyai satu maksud mutlak yg bulat maka kiat penyajian yg ditampilkan terasa kuat & padat. Seperti ada visi yg sama baik itu dari narasi, factor teknis, kinerja cast, sampai kiat Gavin Hood mengumpulkan semuanya, mereka mau menjadikan Eye in the Sky juga sebagai satu buah thriller bersama thrill yg memikat tapi di segi lain pun menggabungkannya bersama drama yg bisa menyentuh hati penontonnya. Eye in the Sky bukan sekedar perang antara drone bersama teroris saja tetapi ikut menciptakan anda mengamati & memikirkan isu moral berkenaan jadi manusia yg beliau sajikan. Dari pertalian internasional yg melibatkan politik, dari prajurit sampai petinggi militer & pemerintah, ini ialah menyangkut tanggung jawab moral manusia di dalam satu buah misi militer. 

Tapi bukan berarti ketentuan Eye in the Sky utk menempatkan isu moral di pusat narasi justru mengecilkan niat film ini utk memborbardir penonton bersama ketegangan. Justru itu yg menarik, drama bersanding dgn baik dgn thriller & komposisi yg mereka ciptakan seimbang. Penonton perlahan bakal merasa seolah berada di samping karakter & ketegangan yg mereka rasakan sejak awal masih stabil, gerak serentak dengan skor yg enak. Eye in the Sky serta punyai proses prosedurial namun mereka tak berlebihan malah justru mempermudah mempertebal pertanyaan menyangkut moral sampai hukum tadi melalui diskusi terkait nilai terhadap keselamatan nyawa si perawan mungil. Terdapat tidak sedikit pernyataan dari karakter maka problema di konflik tak sekedar hitam atau putih, baik atau tidak baik, benar atau salah, skenario menempatkan konflik dengan cara objektif maka perputaran pertanyaan moral yg liar jadi menyenangkan. 

Kesuksesan Eye in the Sky jadi suatu thriller yg ikut melibatkan sudut psikologi penonton serta berkat kinerja cast dalam menempa isu sembari konsisten membuat suasana berbahaya yg menarik. Bintang utamanya merupakan Helen Mirren, dia sukses jadi pusat yg selanjutnya memutar-mutar faktor thriller & drama dengan cara bersamaan, memberikan akting yg kuat maka Kolonel Katherine Powell yg tangguh itu sukses jadi “wakil” penonton dalam proses mencari solusi. Aaron Paul sukses memberikan emosi yg terus, sedangkan Barkhad Abdi kembali menemukan karakter yg teramat pas baginya. Yg menyedihkan ialah Alan Rickman, Severus Snape yg wafat dunia pertengahan januari yg dulu itu menampilkan mutu akting yg bakal mengingatkan bahwa kita sudah kehilangan salah satu aktor akbar di industri film. 

Eye in the Sky ialah suatu “pengalaman” di mana penonton bakal dicengkeram & dilepas kurun waktu yg bersamaan. Gavin Hood memberikan thrill bersama nuansa mencekam yg terus, tapi kala masuk ke bidang dimana dia coba menyentuh masalah sederhana tetapi rumit yg dihadapi prajurit terkait tanggung jawab sbg manusia beliau menciptakan anda bebas atau lepas utk menjelajahi pertanyaan utama berkaitan moral & kebiasaan, dia berani dikarenakan narasi & karakter sukses membuat “hati” maka drama yg berhasil memaku atensi penonton berhasil bersanding & membuat keseimbangan dgn hal thriller yg sukses tampil tetap menggigit. Segmented. 
loading...

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar